Beranda Sepak Bola Liga Champions Neymar Menjadi Titik Tumpu Paris Saint-Germain Gantikan Mbappe

Neymar Menjadi Titik Tumpu Paris Saint-Germain Gantikan Mbappe

100
Neymar Menjadi Titik Tumpu Paris Saint-Germain Gantikan Mbappe
pasang iklan murah

Selama dua musim berturut-turut, Neymar harus menonton dengan frustrasi dari pinggir lapangan saat impian Liga Champions mereka selalu gagal

SelintasOlahraga – Paris Saint-Germain sedikit kehilangan motivasi dimana penyerang andalanya Kylian Mbappe dipaksa absen karena cedera yang di deritanya.

Di sisi lain, Neymar yang harus menanggung beban terberat itu dengan menggantikan posisi Mbappe, dimana ia harus bersungguh-sungguh bermain.

Jauh sebelum mendarat di Lisbon untuk memperdebatkan babak final Liga Champions yang diimprovisasi ini,

PSG tahu mereka akan menghadapi yang terbaik di Eropa tanpa setidaknya sepertiga dari serangan yang telah meneror sepak bola Prancis selama beberapa musim terakhir.

Edinson Cavani menolak untuk menandatangani perpanjangan jangka pendek dari kontraknya yang sudah kadaluwarsa di klub,

Menutup musim dengan pencapaian spektakuler yang menghasilkan 200 gol dan enam gelar Ligue 1.

Kekalahan itu diikuti oleh cedera pergelangan kaki yang dialami Mbappe dalam kemenangan gelar Piala Prancis PSG pada Juli, pertandingan kompetitif pertama tim selama lebih dari empat bulan.

Pada tahap itu tampak bahwa duet striker Neymar dan Mbappe – yang telah mencetak 160 gol bersama untuk klub – pemain Brasil itu sendiri dijamin akan memulai perempat final hari Rabu melawan Atalanta di Lisbon.

BACA JUGA: Juan Mata: United Cukup Lelah Setelah Kalahkan Kopenhagen

Sementara ini Mbappe telah memulihkan diri dengan cepat dari perkiraan awal, pelatih Thomas Tuchel mengira ini sebuah keajaiban untuk PSG.

Neymar yang harus mengemban beban seorang Mbappe menjadi sorotan dengan duetnya bersama Mauro Icardi di lapangan.

Peran itu disambut senang dan sedih oleh penyerang tersebut, dimana ada peluang dimana Neymar harus mengulangi mimpi buruknya.

Dirinya harus absen di babak 16 besar pada tahun 2017-18 dan 2018-19.

Kutukan PSG dalam hal tulang kecil di kaki belum sepenuhnya berlalu, karena Tuchel menjadi korban patah tulang minggu ini tetapi bahkan pelatih harus lega karena kemalangan datang padanya dan bukan bintangnya, sangat dirindukan dalam kampanye lalu

pasang iklan murah blog