Beranda Raket Badminton Tiga Aturan Baru BWF Dikritik Susy Susanti

Tiga Aturan Baru BWF Dikritik Susy Susanti

64
Tiga Aturan Baru BWF Dikritik Susy Susanti
pasang iklan murah blog judi

Federasi Bulutangkis Dunia, yang mengeluarkan aturan baru di bidang olahraga bulutangkis dapat kritikan dari Susy Susanti

Selintas Olahraga – Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI mengkritik tiga aturan baru yang dikeluarkan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Menurut Susy, ketiga aturan tersebut akan memberatkan para pemain.

BWF meluncurkan tiga aturan baru soal bulutangkis. Aturan pertama adalah keharusan pemain elit bertanding minimal 12 turnamen dalam setahun.

Kedua merupakan aturan soal perubahan batas tinggi servis yaitu dari tinggi rusuk terbawah tiap pemain menjadi satu standard 115 cm dari permukaan lapangan.

judi

dan aturan ketiga soal kemungkinan perubahan sistem skor pertandingan dari reli poin 21 menjadi skor 11 poin dikali lima gim. Dalam sistem skor ini, pemenang akan didapat pemain di poin 11.

“Penerapan skor 11 untuk persiapan Olimpiade 2020 itu terlalu mepet. Perubahan skor akan mempengaruhi permainan, pola main, program latihan, dan lain sebagainya,” ujar Susy.

“Perubahan skor 15 ke 21 saja butuh waktu empat sampai lima tahun untuk penyesuaiannya, sekarang ketika orang sudah menikmati permainan bulutangkis dengan 21 poin, aturannya malah mau diubah lagi,” sambungnya.

“Kami ingin tahu sebenarnya bulutangkis mau dibawa kemana? Bulutangkis sudah populer, kenapa tidak dipertahankan dulu, jika memang ada yang kurang, ditambah tapi tidak secara drastis,” tegas peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

PBSI sendiri kabarnya akan mengambil langkah serius untuk mencegah penerapan aturan baru BWF perihal sistem skor dalam bulutangkis. Hal itu akan didiskusikan dalam Konfederasi Bulutangkis Asia (BAC) pada Maret 2018. (seo/as)

pasang iklan murah blog judi