Home News Luka Dibalik Kemenangan Jerman

Luka Dibalik Kemenangan Jerman

3
Luka Dibalik Kemenangan Jerman

Selintas Olahraga – Pelatih timnas Jerman mengatakan bahwa Shkodran Mustafi mengalami cedera robetk otot paha saat Jerman tumbangkan Azerbaijan 5-1, Senin 9 Oktober dini hari WIB.

Kemenangan Jerman yang indah memiliki luka karena saat menghadapi Azerbaijan pemain bek Arsenal Shokdran Mustafi dan bek Bayern Munchen Niklas Sule.

Bek Arsenal itu harus ditarik keluar pada menit ke-35 setelah gagal melanjutakn permainan dan digantikan oleh Matthias Ginter.

Setelah pertandingan, Low Menegaskan pemain berusia 25 tahun itu menderita cedera robek otot paha dan bisa menghadapi kemungkinan absen dalam banyak pertandingan.

Niklas Sule juga ditarik kelur di babak pertama dengan cedera. Walaupun begitu pertandingan tersebut harus diingat karena tim berjulukan Der Panser itu mencatat rekor  100 persen kemenangan dalam 10 pertandingan di kualifikasi ajang Piala Dunia 2018 Rusia.

“Dengan Mustafi tampaknya itu adalah cedera robek otot pahanya,”kata Joachim setelah pertandingan.”Mau bagaimanapun, ini akan memaksa dia untuk istirahat yang cukup lama.

“Ini akan menjadi kesalahan jika hasil di kualifikasi ini kami jadikan sebagai panutan,” sambungnya,” Memang, itu bagus, ini adalah pencapaian yang jelas, akan tetapi di ajang Piala Dunia anda tampil gemilang melawan tim dengan kualitas berbeda.”

Brace dari Leon Gorerzka, gol dari Sandro Wagner dan Emre Can dan juga gol bunuh diri dari Badavi Huseynov memastikan tiga poin bagi tuan rumah dan memastikan bahwa Jerman adalah satu-satunya tim di Eropa yang lolos setelah memenangkan semua 10 pertandingan di fase grup mereka.

Akan tetapi, Pelatih Jerman itu enggan terbawa suasana dan tahu timnya akan menghadapi ujian yang sulit saat mereka berusaha untuk bisa mempertahankan gelar  juara Piala Dunia dan berusaha memenangkan Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Masih banya yang harus dilakukan, saya ingin meraih sesuatu yang sangat hebat dalam beberapa bulan, akan sulit untuk menjadi juara dua kali.”katanya. (seo/as)