Beranda Sepak Bola Gagal Nya Timnas Indonesia di Asia Tenggara

Gagal Nya Timnas Indonesia di Asia Tenggara

8
Gagal Nya Timnas Indonesia di Asia Tenggara
pasang iklan murah

Selintas OlahragaTimnas Indonesia mempunyai semua level. Namun, Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) harus mengakui kegagalan prestasi tahun ini.

Ketua umum PSSI, Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi pernah mengatakan, Evaluasi besar akan dia lakukan. Kata dia, paling penting penanaman watak pesepakbola kepada para pemain, agar lebih punya mental menjadi tim yang juara, aspek jiwa tersebut, kata dia, yang paling perlu.

Edy saat itu mencontohkan kegagalan timnas U23 di Sea Games 2017. Skuat asuhan pelatih Luis Milla Aspas tersebut gagal membayar puasa medali emas selama 26 tahun. Di gelaran pesta ragam olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, skuat Merah Putih Cuma mampu meraih medali perunggu, setelah takluk 0-1 dari Malaysia di babak semifinal.

Raihan tersebut, memang lebih baik dari SEA Games 2015. Tetapi, PSSI sebetulnya menargetkan medali emas, prestasi tertinggi yang pernah diraih Indonesia pada SEA Games 1991 silam.

Kegagalan timnas U23 di Sea Games Malaysia, Agustus lalu itu, bukan hasil buruk yang pertama. Sebelum terbang ke Kuala Lumpur, Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan, juga kandas saat ikut serta kualifikasi Piala Asia U-22 2018 di Bangkok, Thailand pada bulan juli lalu.

Usai U-23 kandas di gelaran Sea Games, timnas U-19 diharapkan mampu menambal kegagalan. Yaitu dengan harapan membawa pulang kembali Piala AFF U-18 2017. Gelar Juara turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara itu, pernah diraih pada Piala AFF 2013 lalu.

Akan tetapi, usaha skuat pelatih Indra Sjafri membayar kekecewaan atas prestasi U-23 di Sea Games juga gagal. Egy Maulana Vikri pun punya nasib serupa. Cuma mampu meraih peringkat ketiga. Timnas U19 kalah dari Thailand melalui babak adu Penalti dengan skor 2-3 pada semifinal Piala AFF U18.

Padahal, bila di lihat prestasi Timnas U19 sepanjang piala AFF tidak buruk amat. Malah lebih baik ketimbang U23 saat Sea Games lalu. U23 dari enam pertandingan Cuma mengemas tujuh gogol dengan dua kali kebobolan. U19, skuat paling produktif dengan jumlah 26 gol, dan lima kali kebobolan. Egy, pun didaulat sebagai pemain tersubur, dengan jumlah delapan gol.

Pelatih Timnas Indonesia U19 yakni Indra Sjafri mengaku puas dengan skuatnya. Meski gagal juara tetapi peringkat ketiga sudah mumpuni. (seo/dw)

pasang iklan murah blog