Home Sepak Bola Liga Inggris Neville Dukung Larang Klub Pecat Manajer Di Pertengahan Musim

Neville Dukung Larang Klub Pecat Manajer Di Pertengahan Musim

1
Gary Neville

Neville Percaya Ide Pemecatan Manager itu Akan Mendapat Banyak Dukungan dari Dunia Sepakbola, Meski Mungkin Pemilik Klub Tidak Setuju

Selintas OlahragaGary Neville mengatakan ia akan mendukung sistem yang melarang klub untuk memecat manajer klubnya Leicester City, pada pertengahan musim.

Mantan kapten Manchester United itu merasa bahwa aturan tersebut akan sama dengan transfer pemain dan bakal memberikan efek positif pada manajer dan juga tim. Neville percaya ide seperti itu akan mendapatkan banyak dukungan dari dunia sepakbola, meski mungkin pemilik klub tidak akan setuju.

Mantan manajer Valencia itu berbicara usai Middlesbrough menjadikan Aitor Karanka sebagai manajer ke-6 di Premier League yang kehilangan pekerjaan sejak awal musim.

“Saya akan mendukung penuh ide yang melarang manajer untuk dipecat hingga akhir musim. Ketika anda memulai musim dengan seorang manajer, maka dia harus jadi manajer anda hingga akhir. Dunia sepakbola akan mendukung ini, namun saya tidak yakin dengan pemilik klub,” tutur Neville di Sky Sports.

Claudio Ranieri

Meski Leicester City belum lama ini mengalami perubahan positif sejak mereka memecat Claudio Ranieri, Neville berharap hal yang sebaliknya terjadi hingga klub lain tidak terdorong untuk melakukan hal yang sama.

“Ada contoh kasus di mana itu bekerja ketika manajer dipecat, namun ada juga yang tidak bekerja. Sepertinya efeknya akan lebih luar biasa ketika anda memecat manajer sesegera mungkin, karena para pemain akan memberikan respon. Itu yang terjadi di Leicester, mereka bangkit dengan luar biasa,” lanjutnya.

“Hal yang sama juga terjadi di Swansea dan Hull

Khusus di Premier League musim ini, sudah ada enam manajer yang dipecat. Claudio Ranieri yang menjadi salah satu yang paling menyita perhatian, karena pemecatan oleh Leicester dilakukan hanya sembilan bulan setelah memberikan gelar liga.

Selain Ranieri, lima manajer lain yang dipecat adalah Francesco Guidolin oleh Swansea City, Alan Pardew oleh Crystal Palace, Bob Bradley juga oleh Swansea, diikuti Mike Phelan di Hull City, dan yang teranyar, Aitor Karanka oleh Middlesbrough.